Kepala Disparbud Hadiri Festival Budaya Maritim “Gau Pakkaja”


Tumpah ruah masyarakat Kabupaten Sinjai memadati lokasi Festival Budaya Maritim “Gau Pakkaja” yang dilaksanakan oleh PKBM Todilaling, di Cappa Ujung, Kelurahan Lappa, Sinjai Utara. Sabtu malam, (24/10/2021)

Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai melalui fasilitasi pendukungan dana hibah kepada suatu kelompok kebudayaan oleh Bidang Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, kategori Pendayaagunaan Ruang Publik, untuk mendorong upaya pemajuan kebudayaan secara langsung dan menyeluruh.

Gau Pakkaja adalah ungkapan rasa syukur nelayan kepada Tuhan yang Maha Esa atas limpahan hasil laut di Kabupaten Sinjai.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 30 Oktober 2021, beberapa rangkaian kegiatan diantaranya pertunjukan budaya daerah, pameran seni rupa budaya daerah, festival permainan tradisional, jejak kuliner daerah, seminar budaya pesisir dan gerakan budaya sehat. 

Ketua PKBM Todilaling Hj. Ernawati Madi dalam laporannya, Kabupaten Sinjai berhasil lolos setelah melalui 10 tahap proses seleksi Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) 2021 dengan tema “Ketahanan Budaya”, itu pulalah alasan PKBM Todilaling mengambil konsep budaya maritim tema “Revitalisasi Budaya Maritim” melalui “Gau Pakkaja”.

Dibuka langsung oleh Bupati Sinjai A. Seto Asapa didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Yuhadi Samad dan Kepala Dinas Pendidikan Andi Jefrianto Asapa ditandai dengan pemukulan gong.

Melalui sambutannya, Bupati Sinjai menyampaikan bahwa festival ini sarat akan makna yang menunjukkan kepada kita bagaimana kearifan lokal pesisir dalam menjaga keseimbangan alam laut, bersyukur akan rezeki yang berasal dari laut, kegotong – royongan, kebersamaan, saling berbagi, saling menghargai, yang dalam konsep kita orang Bugis “Sipakatau Siapakalebbi, Sipakainge” tersirat dalam festival ini.

Turut hadir secara virtual Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Drs. Fitra Arda, M.Hum berharap melalui program yang dibuat FBK ini bisa bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat serta menjadi bagian dalam pemulihan nasional khususnya para pekerja budaya yang masih bisa berkarya dimasa pandemi saat ini. 

Lebih lanjut, juga memperluas akses masyarakat pada sumber pendanaan untuk memperkuat keterlibatan publik dalam ekosistem (perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan) pemajuan kebudayaan dan mendorong lahirnya inisiatif masyarakat dalam mewujudkan kegiatan kebudayaan yang memiliki nilai kreatifitas, inovatif, warisan nilai budaya dan pelestarian kearifan lokal dan memperkuat karakter bangsa terhadap keberagaman budaya kita. (Sinar)

 

Related Post