Sinjai Terima Surat Pencatatan 14 Kekayaan Intelektual Komunal


Didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel Harun Sulianto, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Itjen Kekayaan Intelektual, Kemenkumham Dr. Syarifuddin menyerahkan 14 Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kepada diterima langsung oleh Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini. Selasa, (20/4/2021).

Surat Pencatatan KIK tersebut terdiri dari 10 Ekspresi Budaya Tradisional dari Sinjai, yaitu Ekspresi Budaya Tradisional (EBT), yaitu rumah adat Karampuang, Massulo Beppa, Mappogau Sihanua, Mappogau Hanua, Ma’rimpa Salo’, Tari Ma’dongi, Tari Burung Alo, Ma’dui Aju, Pasang Baju Karampuang, dan Perjanjian Topekkong.

Kemudian 4 Pengetahuan tradisional (PT), antara lain Laha’ bete, Poto’ – Poto’, Minas (minuman khas Sinjai), Laha’ Racci’.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai Yuhadi Samad (kiri) dan Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini (kanan)

“Kami mewakili Pemda Sinjai mengucapkan terima kasih atas penyerahan Surat Pencatatan ini. Kedepan, kami juga memohon pendampingan dan bimbingan untuk pencatatan kekayaan intelektual lainnya,” Kata Andi Kartini.

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai Yuhadi Samad, kegiatan yang dirangkaikan dengan Workshop dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) ini berlangsung di Ruang Eboni Ball Room Hotel Gammara Makassar.

Pada kesempatan yang sama Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Dr. Syarifuddin mengungkapkan bahwa penyerahan Surat Pencatatan KIK merupakan bentuk perlindungan hukum yang bersifat defensif terutama terhadap “serangan” atau peringatan dini bagi pihak atau negara asing yang akan mengakui, menggunakan, membajak, mencuri sumber daya genetik Indonesia dan bahkan memanfaatkan KI Komunal Indonesia.

Related Post